Garis-garis gelap misterius di Mars , yang diamati sejak tahun 1970-an, kemungkinan besar disebabkan oleh aktivitas angin dan debu daripada air, menurut penelitian baru.

Para peneliti menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk menganalisis 500.000 garis dari lebih dari 86.000 gambar NASA Mars Reconnaissance Orbiter, menciptakan peta Mars global.

Penelitian menemukan bahwa garis lereng berulang (RSL) tidak terkait dengan faktor yang menunjukkan adanya cairan atau embun beku, tetapi terkait dengan kecepatan angin di atas rata-rata dan pengendapan debu.

Garis-garis lereng yang lebih tua kemungkinan terbentuk saat debu meluncur dari lereng akibat aktivitas seismik, angin, atau tumbukan meteoroid, yang muncul di dekat kawah tumbukan baru-baru ini.

Temuan ini menimbulkan keraguan terhadap penafsiran garis lereng dan RSL sebagai lingkungan yang layak huni, yang menunjukkan asal mula pembentukannya yang kering.